Sabtu, 22 Oktober 2011

Wang Yue

  "Wang Yue dan Bahasa Kemanusiaan"
     Wang Yue yang naas itu adalah satu dari tanda-tanda zaman yang berbicara kuat untuk umat manusia di abad ini. Wang Yue bukanlah Muammar Qaddafi yang mahakuasa di Libya, tapi yang mesti mati dibunuh rakyatnya sendiri. Juga bukan teroris yang dicintai golongannya, tapi bencana bagi kemanusiaan.
      Memang tidak seperti itu, tapi Wang Yue bak sepuntung rokok yang dilindas orang-orang di pinggir jalan. Hidupnya sangat singkat. Cuma 2 tahun. Seperti sebatang korek api yang nyalanya belum banyak menginspirasi orang di kegelapan. Seperti itu juga Wang Yue. Kisahnya menyedihkan. Ia dilindas oleh seorang sopir. Tidak dihiraukan oleh para pejalan kaki. Dan ini lebih tragis lagi. Bayi perempuan itu tidak diindahkan oleh sopir yang lain, malah dilindas untuk kedua kalinya. Sempat ditolong ibunya. Tapi Wang Yue mengalami koma selama 8 hari dan ia pun meninggal (Yahoo News, 21/10/11).
      Wang Yue adalah salah satu bahasa kemanusiaan yang tak dipahami sesama di hadapan ibu kandungnya. Tapi seperti yang lazim terjadi, bahasa apa pun di muka bumi ini, hanya dipahami oleh orang-orang yang memperhatikannya, mencintainya dan menggunakannya secara benar.
      "WANG YUE, WE LOVE YOU...", demikian komentar beberapa orang yang membaca berita kematian Wang Yue dengan hati yang gundah tapi juga geram. Kematian Yue mengundang reaksi di dunia maya.  “Aku berharap malaikat kecil ini, yang dibuang oleh masyarakat, jadi alarm tentang betapa pentingnya pendidikan moral,” tulis seorang blogger.***

Tidak ada komentar: